Life note | Opini | Travel

5 Alasan kenapa harus nginep di Ibis Style Bogor

By on April 20, 2018

 

Dua hari lalu, kami bertiga (saya, suami & #IniMika) nyempetin liburan singkat. Gak jauh kok, cukup di Bogor aja. Berkat voucher dari Mister Aladin yang saya dapet dari lomba foto Mamapedia, kita bisa liburan di hari kerja. Sempet lima tahun di Bogor bikin saya bingung milih hotel di daerah kota. Karena saya tahu, Bogor Kota padet dan riyuh sama aja kaya Jakarta, apalagi angkotnya..beuh MasyaAllah bikin elus-elus dada 😩 . Saya emang gak berminat ke daerah Bogor Puncak, khawatir lagi rawan longsor euy.

So saat milih Ibis Style Bogor, ya berdasarkan harga kamarnya aja. Secara dapet vouchernya 500ribu, nyari yang nambahnya gak gitu banyak dan Ibis StyleΒ  jadi pilihan. Ternyata pilihan saya gak salah, saya puas nginep semalam di sana. BahkanΒ  berniat bawa keluarga besar ke sana lagi kalo ada rejeki (Aamin).

Continue Reading

Review | Travel

MUMPUNG LIBUR PANJANG, YUK WISATA KE LEMBANG!!

By on May 4, 2016

Menghabiskan liburan di daerah Lembang adalah pilihan yang sangat tepat, karena selain ketenangan, kenyamanan dan juga udara yang sejuk, di Lembang juga terdapat begitu banyak daerah wisata yang tak berjauhan satu sama lain. Pemandangan dengan hamparan pegunungan, bukit dan juga lembah dapat di nikmati sepanjang jalan yang berkelok-kelok menuju Lembang.

Untuk mengisi liburan ataupun sekedar menghabiskan akhir pekan maka anda bisa memilih beberapa obyek wisata yang cukup terkenal di lembang. Biasanya di musim liburan tempat-tempat wisata akan dipadati oleh pengunjung yang ingin menikmati suasana yang alami dan sekaligur refreshing bersama keluarga.

Berikut adalah tempat wisata alam yang sangat populer di Lembang, Bandung.

  1. Gunung Tangkuban Perahu

Gunung Tangkuban perahu ini memiliki cerita rakyat yang terus berlanjut dari jaman dulu hingga sekarang, menjadi dongeng bagi anak-anak dan menjadi pembelajaran akhlak budi pekerti. Maka sepertinya sudah menjadi satu paket dengan nama Lembang adlah Gunung Tangkuban Perahu, tempat wisata ini adalah salah satu tempat yang paling populer dan menjadi icon nya Lembang yang selalu saja di padati oleh para wisatawan.

Gunung Tangkuban Perahu yang sesuai dengan namanya yang menyerupai seperti perahu terbalik. Menurut cerita rakyat, gunung tersebut berasal dari perahu Sangkuriang yang ditendang hingga jauh dan jatuh dalam posisi terbalik. Jarak menuju Gunung Tangkuban Perahu adalah sekitar 30 kilometer dari pusat kota Bandung. Udara disini sangat dingin sampai terkadang ditutup oleh kabut, dinginnya pada malam hari lebih menusuk tulang, sehingga jangan sampai lupa untuk membawa pakaian yang tebal ataupun jaket tebal.

Ada beberapa tempat menarik di daerah Gunung Tangkuban Perahu yang biasa digemari pengunjung , yaitu Kawah Upas, Ratu, Kawah Domas dan Kawah Jurig

Sumber Gambar : wikimedia.org
Sumber Gambar : wikimedia.org

2.Β Air Terjun Maribaya

Memasuki kawasan Maribaya membuat perasaan tenang dan nyaman karena disambut dengan suara gemercik air terjun yang membuat telinga seperti menikmati suara alam. Pepohonan yang tinggi menjulang dan rindang memayungi sebagian besar kawasan ini. Selain udara yang sangat bersih, kawasan inipun bebas dari sampah sehingga air terjunnya terlihat begitu jernih.

Maribaya dengan kemolekan alamnya membuai mata yang jenuh dan lelah dengan hiruk pikuk kota, kebanyakan pendatang datang bersma keluarga untuk menenangkan pikiran dan untuk refreshing.

Di dalam kawasan Maribaya terdapat sebuah jembatan yang letaknya tepat didepan air terjun Maribaya, dan nama jembatan itupun sama dengan tempat wisatanya yaitu jembatan Maribaya. Sangat memukau menyaksikan keindahan alam ini.

Air Terjun Maribaya terletak di Taman Hutan Raya Ir.Djuanda Jalan Maribaya, Lembang, Bandung, Indonesia. Jarak dari pusat kota sekitar 15 Kilometer. Luas Air Terjun Maribaya sekitar 6 Hektar. Di tempat wisata ini terdapat 3 air terjun/ curug, yaitu Curug Cikoleang, Curug Cikawari, dan Curug Cigulung. Air Terjun Maribaya juga merupakan salah satu tempat wisata favorit keluarga yang akan selalu ramai pengunjung pada musim libur.

Di Kawasan Maribaya juga terdapat pemandian air panas dari belerang, ada beberapa pemandian air panas yaitu :

-Kamar Berendam Private Tirga Raga dengan harga untuk setiap orangnyaRp.90.000

-Kolam Rendam Kaki atau Foot Spa dengan harga setiap orangnya Rp.30.000

-Deluxe Pool dengan harga untuk tiap orangnya Rp.75.000

-VIP Pool untuk harga perorang Rp150.000 harga ini sudah termasuk ikan bakar, handuk, dan bandrek.

Sumber Gambar : blogspot.co.id
Sumber Gambar : blogspot.co.id

3. Jendela Alam

Jendela Alam adalah tempat wisata untuk anda yang ingin berwisata sambil belajar. Terletak di Komplek Graha Puspa, Jl.Sersan Bajuri Km.4,5 Cihideung, Lembang, Bandung, Indonesia. Di Jendela Alam terdapat beberapa fasilitas yaitu, anda dapat melakukan kegiatan seperti bercocok tanam, perkebunan, pertanian, pembibitan, juga perternakan seperti memberi makanan pada kelinci, bebek dan ayam, anda juga dapat menunggangi kuda poni, dan dapat pula memerah susu sapi, disini juga terdapat area outbone.

Tempat wisata ini buka dari pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB, tapi untuk hari Sabtu, Minggu dan hari libur buka mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB. Untuk masuk ke dalam wisata ini cukup membayar Harga Tiket Rp.10.000 dan pada weekend Rp.15.000,-

Sumber Gambar : wikiwisata.com
Sumber Gambar : wikiwisata.com

4. Obyek Wisata Dusun Bambu

Suasana pedesaaan yang menjadi ciri khas dari Dusun Bambu sangat terasa saat kita memasuki kawasan wisata ini. Dusun Bambu ini berada di Dusun Bambu, Cisarua Bandung Barat. Obyek wisata ini berada di kaki Gunung Burangrang Cisarua Lembang ini sebenarnya memiliki fasilitas penunjang yang cukup lengkap seperti adanya restoran dan villa. Selain itu terdapat fasilitas lain yang membuat Dusun Bambu semakin lengkap yaitu Pasar Khatulistiwa dan Tegal Pangulinan.

Berbagai macam kegiatan yang bisa kita lakukan di dusun bambu mulai dari menikmati keindahan panorama pedesaan yang begitu alami, kegiatan ini bisa dilakukan dengan bersepeda berkeliling desa ataupun joging, selain bila ingin menginap maka bisa mendirikan kemah.

Dusun Bambu memiliki semua sarana yang lengkap untuk berlibur bersama keluarga, bila anda ingin mencari hotel atau penginapan tak perlu jauh-jauh karena di dalam kawasan Dusun Bambu anda bisa menginap di cottage yang bernuansa pedesaan namun memiliki kelengkapan yang modern. Untuk mencari hotel murah yang ada di Lembang anda bisa klik disini

Sumber Gambar : blogspot.co.id
Sumber Gambar : blogspot.co.id

Selamat berlibur Good People.. πŸ™‚

Continue Reading

Opini | Review | Travel

Pengalaman ke Jazz Gunung Bromo 2015

By on June 26, 2015

   
Tanggal 13 Juni lalu, saya datang keperhelatan Yang cukup hitzz, Jazz Gunung Bromo karena tergoda oleh ajakan temen, Aci. Aci sudah pernah datang kesana sebelumnya dua tahun lalu dan dia rekomendasi banget untuk nonton acara itu. Saya pun akhirnya tergoda kesana, toh saya belum pernah ambil cuti tahun ini. Saya berangkat hanya berdua dengan Aci, tadinya sih janjian bertiga sama mas Faki, tapi apa daya dia ngebatalin saat last minute. Sebenarnya saya agak jiper untuk balik lagi ke Bromo. Pengalaman saya ke Bromo melihat sunrise sebelumnya, meninggalkan kesan yang dingin. Yah saya gak kuat sama dinginnya Bromo, bikin jiper padahal waktu itu saya pergi saat musim hujan, yang katanya gak terlalu dingin. Beuh tetep aja dinginnya bikin crancky.

Tapi saya penasaran dengan pikiran “Gimana bisa nikmatin musik sambil nahan hawa dingin?”. Jawabannya BISA dengan persiapan yang cukup matang hehehehe. Berikut beberapa pengalaman saya yang mungkin bisa berguna buat yang mau kesana tahun depan.

TRANSPORTASI

Saya memilih naik kereta Bima dari Gambir dan turun di stasiun Malang dibandingkan ke Surabaya. Ada yang bilang kalo ke Bromo sebaiknya berangkat dari Surabaya karena perjalanannya lebih efisien. Tapi karena saya bertujuan jalan-jalan ke Batu dulu sebelum ke Bromo, jadi saya memutuskan untuk turun di Malang. Toh liat di google maps perjalanan dari Malang-Bromo tidak terlalu jauh, makan waktu sekitar 2-3 jam saja.

Dari Malang, saya memilih untuk sewa mobil Xenia, ratenya cukup murah 400ribu (exclude bbm) ke Bromo untuk 23 jam (booking disini).  Saya berangkat dengan Aci, driver dan dua orang teman yang kebetulan mau nebeng dari Malang (lumayan nambahin patungan). Berangkat jam 10 pagi sampai di Lokasi sekitar jam 14.30, kami cukup lama diperjalannya karena mampir dulu untuk makan siang dia Purwodadi (RM Tengger) sekitar 1 jam.

Sampai dilokasi, parkiran sudah cukup panjang dan beberapa pintu masuk ke penginapan Java Banana (lokasi Event) banyak yang ditutup. Jadi kami parkir cukup keatas, tapi cukup dekat menuju lokasi dengan jalan kaki setelah turun dari mobil. Oia biar jelas aja, lokasi event ini bukan di gunung Bromo yg biasanya liat sunrise, tapi di desa sebelum arah penanjakan. Jadi masih bisa diakses dengan mobil biasa tanpa harus sewa jeep. 

PROVIDER KOMUNIKASI

Di lokasi Jazz gunung jangan berharap bisa upload foto real time, sinyal hp susah banget cyin. Provider yang lumayan ad sinyalnya, telkomsel. Selain itu nihil. Itupun dapat sinyal harus keluar venue dulu. Buat kelancaran komunikasi  janjian sama driver usai acara, tanyain nomor telkomsel driver. Biasanya driver punya nomor telkomsel, karena udah hapalan kondisi sinyal di Bromo.

PENGINAPAN

Soal penginapan, saya ndak nginep di Bromo. Selesai acara sekitar (jam 11  malam) saya langsung turun ke Malang, nginep disana (sampai sekitar jam 2 pagi). Pernah usaha cari penginapan di Bromo sebelum berangkat dari kontak kenalan tapi karena wiken dan ada event, katanya penuh semua. Namun pas saya sampe sana, masih ada tulisan “menyewakan penginapan” di beberapa rumah penduduk. Jadi kalo berencana nginep di Bromo dan gak dapet penginapan sebelumnya, tidak usah panik karena masih ada rumah penduduk yang menyewakan tempatnya.

Keputusan untuk gak nginep di Bromo, pilihan baik buat saya karena hari minggu siang kami memutuskan balik ke Jakarta dengan pesawat. Nyari hotel di Malang cukup mudah sih, bisa booking di traveloka atau cari on the spot menyesuaikan dengan rate.

RUMAH MAKAN

Sebelum sampe lokasi saya sudah rewel ke Aci nanyain soal rumah makan. Salah satu cara buat nahan dingin bagi saya adalah makan tepat waktu. Nenggak kopi bergelas-gelas gak mempan buat menghangatkan badan. Saya memilih makan. Menu makanan di event-event gitu kan suka asal yah. Asal kenyang aja, tapi gak tahu rasanya gimana. Sejauh pengamatan, panitia tidak menyiapkan tenda-tenda makanan mereka hanya menyediakan tenda jualan kopi-kopian dan mie-mie gelas. Hiiii buat saya mana kenyang.

Akhirnya saya cari makanan yang rasanya mendingan dan menghangatkan, cukup jalan ke atas sekitar 100 meter nanti dipertigaan ada rumah makan yang jual nasi rames dan juga rawon. Rasa lumayan enak dengan harga yang wajar, 15 ribu saja. Oia kalo mau cari makan sebaiknya sebelum break istirahat, sekitar jam 17.30. Karena kalo ikut bubaran pas lagi break dijamin ngantrinya lumayan panjang.

TOILET

Ini hal penting. Badan saya kalo ditempat dingin, ngerepotin. Ngerepotin saya buat cari toilet karena beser. Jadi kalo kesatu tempat baru, hal yang harus saya cari tahu adalah lokasi toilet dan kebersihannya. Di Java Banana, toiletnya cukup bersih, tapi sayang cuma satu room. Satu buat cowok dan satu buat cewek. Karena cuma satu line antriannya pun panjang banget, khususnya buat room cewek. Ya tahulah ya, cewek menghabiskan waktu di toilet lebih lama daripada cowok. Hehehe.

Tapi kalo kebelet banget dan gak kuat ngantri, sebaiknya ke toilet yang ada di Galeri Java Banana di situ biasanya gak terlalu ngantri. Karena yang tahu lokasi itu biasanya cuma penonton yang nginep juga di Java Banana. Cukup keluar dari pintu venue jalan sekitar 30 meter ada di kiri jalan galerinya.

NAHAN DINGIN

Di venue baru mulai berasa dingin itu pas mataharinya ilang, sekitar jam 6 sore. Suhu sore hari masih bisa di tolerir rasanya sejuk kayak di AC ruangan suhu 22 derajat (menurut saya). Tapi kalo udah gak ada matahari, wah dinginnya bisa ngedrop banget. Kalo kata temannya teman (Caca) “Jam 7 aja rasanya udah mau pulang, dinginya gak kuat.” Saya wanti-wanti biar dingin biar gak crancky dengan make kaos dua lapis, celana dengan tambahan legging panjang di dalam, beli sarung tangan, jaket wind braker dan bawa kain bali buat nutupin hidung yang dingin. Dengan persiapan gini, saya cukup aman dari rasa dingin.

Selebihnya saya usahakan banyak gerak. Secara nonton konser musik yah, jadi punya alasan untuk jejogetan di tempat duduk untuk menghilangkan rasa dingin. Saya bingung sama orang-orang yang nonton konser musik tapi kok ya ndocem aja padahal musiknya jazz upbeat bukan jazz classic macam Nat King Cole. 

POSISI TEMPAT DUDUK

Saya pilih tempat duduk di festival tribun (HTM 300k) dan saya puas. Posisi tempat duduk di tempat konser seperti gladitorium, makin kebelakang makin tinggi. Nah karena posisi duduk saya yang tinggi disebelah kanan panggung, saya dapat view yang keren banget, panggung dengan latar belakang bukit-bukit. Pemandangan ini bisa kita nikmatin sewaktu masih sore. Pas malam yah bukit bukitnya ilang, kan gelap. Enaknya sih kalo pas malam, kita nontonya di kursi VIP pas banget depan panggung. Hehehe.

Kalo punya kelebihan tiket karena teman gagal ikut, gak usah khawatir bakal rugi, karena ada para calo yang siap ngebeli tiket lebihan. Meskipun harganya agak turun sedikit, tapi lumayan lah ada duitnya. Atau bisa juga titipin info di loket tiket panitia, kasih nomor kita kalo ada yang nyari tiket. Pasti ada deh yang nyari tiket pas hari H. Hehehe. 

 Saya seneng banget bisa datang ke acara itu, pengisi acaranya keren-keren apalagi host-nya Alit Jabangbayi manusia ini lucu sekalehh. Kayaknya saya bisa datang kesana lagi tahun depan karena alasan mau nonton host-nya ajah. Hehehe. Siapapun guest start-nya yang penting host-nya…AlitAlit.

Continue Reading