On Duty | parenting | Review | Uncategorized

Pelangi Di Launching Buku My Rainbow Days, Diana Rikarsari

December 23, 2018

Hello 🙂

Tenang aja ini buka air mata sedih, tapi air mata haru. Dibalik warna-warni Mba Diana Rikarsari (selanjutnya DR) ternyata dia pribadi yang halus & penyayang keluarga. Jika berbicara tentang keluarga, matanya pasti berbinar teringat betapa hangatnya keluarga yang ia miliki. Ini terjadi saat launching buku My Rainbow Days, buku anak yang ditulisnya bersama illustrator muda Wastana Haikal hari Rabu lalu di buumiplayscape Pacific Place.

Sebagai groupies-nya mba DR saya mantau terus yekan updatenya di sosmed 😝. Nah pas tahu kalo dia bakal balik ke Indonesia untuk launching buku terbaru (makasih banyak mba @byputy udah share posternya) saya langsung gercep daftar. Secara mba DR saat ini tinggal di Switzerland bersama keluarga, ini kesempatan langka untuk ketemu dia lagi, sekalian jajal ngajakin Mika main pertama kali di playground.

Acaranya cukup intimate karena seat undangan umum & media terbatas. Saya jadi berkesempatan ngobrol dekat sama mba DR (ugh aku senang 😄). Launching buku ini diselenggarakan oleh Falcon Publishing sebagai penerbit 3 buku seri anak My Rainbow Days. Mba DR banyak cerita tentang perjalanan buku ini, dan gimana bisa kolaborasi sama mas Haikal. Ternyata mereka berdua sudah saling mengagumi sejak lama. Gambar-gambar mas Haikal yang imajinatif dirasa cocok untuk mengilustrasikan cerita buku ini yang dinarasikan oleh Shahmeer & Daria.

Proses penulisan buku cuma 3 hari

Dibandingkan seri buku DR sebelumnya 88#lovelife proses nulis buku ini terbilang singkat. Menurutnya buku menulis buku anak tidak perlu terlalu banyak kata, 1 hari 1 buku, 3 buku ya cukup 3 hari saja. Justru proses membuat ilustrasi yang cukup lama karena harus menggambarkan rasa yang ingin disampaikan. Apalagi komunikasi jarak jauh antara Bandung-Switzerland dengan mas Haikal. Bersyukurlah ada internet, karena jarak bukan jadi penghalang untuk komunikasi mereka. Lama pengerjaan dari proses menulis hingga buku ini ada di toko buku kurang lebih 6 bulan.

Membuat karakter wajah Daria lebih sulit

Begitu kata mas Haikal illustrator kepercayaan DR untuk buku ini. Dibandingkan wajah Shahmeerr yang khas, wajah Daria masih berubah-ubah, wajar saja karena masih bayi kata DR. Jadi karakter Daria beberapa kali dirubah karena menyesuaikan bentuk wajahnya. Menurut mas Haikal, proses kreatif buku My rainbow Days ini lebih menyenangkan dibandingkan buku anak yang sebelumnya dia buat. DR memberikan keleluasaan berkarya pada buku ini, mas Haikal jadi bebas bereksperimen sesuai dengan rasa yang ingin dibagikan ke pembaca 😉. Membuat ilustrasi buku anak ternyata lebih kompleks dibandingkan buku lain, jika sudah terbiasa dengan karakter buku anak, mengerjakan ilustrasi lainnya jadi lebih mudah menurut mas Haikal.

Baca juga : Yuk main kardus melatih motorik anak

Makna tersembunyi gambar kupukupu

Kalo diperhatikan di setiap sampul buku My Rainbow Days ada gambar kupu-kupu warna pink kuning terbang sekitar Shammer & Daria. Ternyata itu bukan hanya gambar iseng (ye kali iseng-iseng berhadiah 🤪) justru maknanya dalem loh karena mewakili karakter ibu yang menuntun dan menemani Shammer & Daria dihari-harinya. Ide ini muncul karena DR tidak mau terlalu banyak digambar, ia ingin buku ini bernarasi dari sisi Shahmeer Daria.  Mas haikal merasa jiwa ibu harus tetap dihadirkan meskipun sosoknya jarang terlihat, makanya setiap ibu memberikan wejangan simbol kupu-kupu bersayap DR 🦋 pasti muncul. Ah manis sekali, saya gak sangka kalo artinya bisa sedalam itu.

Selain bercerita tentang proses kreatif buku, Mba DR, Mas Haikal dan Mba Puty di acara lalu juga cerita tentang life balance antara keluarga & pekerjaan.  

Diana Rikarsari menangis cerita keluarga

Hubungan DR dengan keluarga memang sangat dekat, apalagi kedua orangtuanya. Pesan ayahnya  “Hidup harus semangat” selalu dia ingat saat DR merasa sedang down & bikin dia bangkit seketika. Tiap kali teringat keluarga pasti DR gak mampu menahan air matanya 😢. Apalagi tinggal jauh di negeri orang, pesan ini seperti jadi suntikan semangat untuk kesehariannya 💪🏻.

Tulis semua yang kamu pikirkan

Jangan biarkan otakmu dipenuhi oleh hal yang ingin dilakukan, sebaiknya kosongkan pikiran dan pindahkan apa yang kamu pikirkan ke dalam tulisan, itu pesan DR untuk mereka yang sibuk membagi waktu antara keluarga, bisnis atau karir. Pernyataan ini juga di-aminin sama mba Puty Puar sebagai seorang illustrator yang beberapa waktu lalu baru saja dapat penghargaan di International Emmy Awards 2018 🏆.

Self determination hal penting bagi seorang freelance. Menurut mba Puty meski kita tidak ada bos, bukan berarti kita tidak punya agenda kerja. Buatlah agenda kerja sebaik mungkin seperti jika kita berada dikantor. Berusahalah disiplin dengan agenda tersebut agar urusan keluarga & pekerjaan lebih seimbang.

Hadir diacara kemarin saya belajar banyak hal. Betapa menjadi ibu tidak menjadi hambatan untuk perempuan tetap berkarya. Justru peran sebagai ibu memberikan keistimewaan dan banyak peluang baru. Liat saja mba DR yang berkarya lewat buku My rainbow Days dan mba Puty dengan buku Komik persatuan ibu-ibu. Buku-buku itu tidak akan muncul jika mereka bukanlah seorang ibu. Saya jadi ingat ada pesan broadcast whatsapp yang bilang begini, perempuan jika sudah jadi ibu pastilah bergelar MSi alias Magister Segala Ilmu. Karena ibu harus ahli di segala bidang agar rumah nyaman & tentram. Selamat hari ibu untuk mamak keceh 👵🏻

Sumber Gambar:

  • Instagram mba DR 👉🏻 klik
  • Instagram mba Puty 👉🏻 klik
  • Instagram My Rainbow Days 👉🏻 klik
  • Koleksi pribadi
    1. Halo mas hafiz. Ini seri buku anak. Ada 3 buku yang berisi tentang pesan moral untuk anak-anak. Kalo udah punya anak, bisa nih jadi pilihan untuk main bareng dgn anak 😆

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *