On Duty Opini Uncategorized

Relaktasi, kesempatan kedua bagi ibu untuk menyusui

Ditemenin Mika dan bebeb ke acara Anmum #MumToMum

Gak terasa 9 bulan sudah saya berstatus menjadi seorang ibu. Gak  percaya ternyata saya bisa juga menjalaninya sampai sejauh ini. Masih inget banget pengalaman menyusui Mika pertama kali saat di rumah sakit. Saya ditemani suami dan juga orang tua, menanti nanti kapan bisa menyusui bayi mungil setelah menjalani operasi sesar 😭. Setelah 24 jam berlalu akhirnya saya bisa menyusui bayi Mika. Tentunya ASI tidak langsung banyak, tapi momen ketika Mika mau melekat ke payudara, walah rasanya luar biasa haru 🤩. Mama yang bikin saya kuat dan percaya bahwa ASI saya pasti keluar dan banyak. Untunglah ada mama nemenin saya, sehingga saya tak tergoda menggunakan sufor di hari kelahiran Mika.

Beda ceritanya dengan ibu yang kebetulan seruangan dengan saya, ia mau tidak mau menggunakan sufor karena masukan dari kerabat yang nemenin dia. Pikirannya galau karena si bayi susah menempel ke payudara dan tidak ada ASI yang keluar, begitu katanya. Akhirnya si bayi disusui dengan sufor setelah nerima masukan dari saudaranya yang tidak mengerti betapa pentingnya ASI 😕. Bukannya saya anti sufor, tapi jika masih bisa diusahakan untuk mengASIhi kenapa harus menggunakan sufor?! Ingin rasanya saya ngomel sama saudaranya, tapi apalah saya cuma orang luar yang jadi ibu baru juga sehari 😔.

Dari situ saya belajar, bahwa betapa pentingnya pengetahuan dan juga support sistem lingkungan yang ngerti gimana cara menjadi ibu yang baik. Kalo ibu baru tidak dibekali dengan pengetahuan yang tepat, anak malah tidak mendapatkan hal yang baik. Saya sendiri selama masa kehamilan, berusaha belajar apapun yang harus saya tahu untuk menyambut kelahiran anak saya. Berselancar di internet, ikut komunitas, baca artikel tentang ibu & anak, jadi kegiatan harian saya selama masa kehamilan. Pun sampai sekarang masih sering saya lakukan. Memiliki wadah untuk bertanya dan juga berbagi pengalaman seputar ibu & anak jadi salah satu faktor penting bagi seorang calon ibu. Jangan sampai malah dapat informasi salah seperti kejadian ibu yang seruangan dengan saya di RS 😣.

Saya cukup beruntung karena jadi ibu pada masa informasi bisa didapat dengan mudah. Tapi jangan sampai karena saking mudahnya malah jadi ngeblinger gak bisa bedain mana fakta atau mitos. Maka dari itu dengan siapa kita bertanya jadi poin penting sebelum kita mempercayakan masalah kita kepada seseorang. Bukannya dapet jawaban yang baik, malah dapat pernyataan julid kalo nanya sama orang yang salah 🤨. Bersyukurlah sekarang karena literasi ibu & anak saya makin bertambah berkat komunitas digital, Anmum #MumToMum.

Apa sih Anmum #MumToMum?

Dalam rangka pekan ASI Sedunia (1-7 Agustus 2018), Anmum Indonesia sebagai brand yang peduli pada kebutuhan nutrisi ibu & anak, tanggal 1 Agustus lalu meluncurkan kampanye Anmum #MumToMum yaitu sebuah platform online yang memudahkan para ibu terkoneksi secara digital untuk berbagi informasi, mendiskusikan berbagai topik, & menemukan hal baru mengenai kehamilan & menyusui.

Foto dari Instagram Anmum Indonesia ❤️

Kenapa Anmum bikin platform #MumToMum?

Jadi dari survey yang dilakukan oleh Anmum tahun 2017, menunjukkan data bahwa para ibu pasti mengalami perubahan & tantangan seperti stres, tertekan dan berbagai masalah isu kesehatan. Hal ini terjadi gak cuma pada ibu baru saja tapi juga ibu berpengalaman. Karena itu, seorang ibu butuh dukungan dari orang terdekat khususnya para ibu lain yang juga pernah mengalami hal yang sama khususnya soal ASI.

Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI pada tahun 2017 mencatat pemberian ASI eksklusif di Indonesia hanya sekitar 35%, ini dibawah rekomendasi WHO sebesar 50%. Banyak banget faktor yang bikin data Indonesia dibawah rekomendasi WHO, maka dari itu diperlukan dukungan baik emosional dan psikologis biar nutrisi ibu & anak terpenuhi dengan baik

Saat peluncuran Anmum #MumToMum lalu, saya berkesempatan hadir dan makin menyadari betapa pentingnya ASI untuk 1000 hari pertama anak. Saya beruntung karena punya kesempatan untuk direct breastfeeding, dan syukurnya sampai Mika usia 9 bulan ini tidak ada masalah yang berarti. Di acara kemarin saya dapat ilmu tentang relaktasi dari DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K). Apa itu Relaktasi? Bisa dibilang relaktasi adalah kesempatan kedua bagi ibu yang  bertekad ingin menyusui anaknya. Istilah relaktasi merujuk pada usaha agar payudara yang sempat berhenti mengeluarkan ASI, dapat memproduksinya kembali (#MomToMum, Tori, 29 tahun).

Seorang ibu disarankan melakukan relaktasi ketika tidak memproduksi ASI selama dua minggu berturut-turut dalam masa 6 bulan pertama ASI eksklusif, terutama ketika bayi tidak berusia lebih dari 4 bulan. Didukung dengan pijat oksitosin setiap hari serta disiplin untuk memompa & menyimpan ASI, dan selalu menyusui secara langsung setiap ada kesempatan diharapkan ibu berhasil dalam relaktasi. Tidak hanya itu dukungan psikologis dari keluarga dan lingkungan sosial juga menjadi faktor keberhasilan relaktasi.

Relaktasi ini tidak hanya bisa diterapkan untuk ibu menyusui post partum saja. Tapi bisa juga dilakukan pada ibu yang mengadopsi bayi, atau ibu lain yang harus menyusui bayi orang lain karena ibu si bayi mengalami hal yang tidak diinginkan sehingga tidak bisa menyusui bayinya sendiri begitu yang disampaikan oleh DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K).

(Ki-Ka): Rohini Behl, Technical Marketing Advisor, PT. Fonterra Brands Indonesia – Rinni Wulandari -Bernadeth Virna, Sr. Brand Manager Anmum – Ines Yumaha, Senior Nutrition Manager

Oia pas acara kemarin penyanyi kesayangan aku Rinni Wulandari juga hadir loh 😍. Mba Rinni cerita tentang pengalamannya waktu menyusui Nord pernah terhambat karena tekanan pekerjaan. Beruntungnya oran terdekat ngasih dukungan positif, itu ngasih dampak yang baik buat kelancaran ASI untuk Nord.

(Pijet Oksitosin untuk relaktasi, hmmm paling enak kalo suami yang pijet 😍)

Nah topik mengenai relaktasi ini saya ketahui lebih dalam ya dari platfrom Anmum #MumToMum karena di sini saya bisa mendiskusikan topik apapun yang berhubungan dengan kehamilan & menjadi ibu sehingga memastikan saya tidak merasa sendiri dalam perjalanan yang luar biasa ini.

Saat acara berlangsung saya mengajukan pertanyaan yang udah lama penasaran banget tahu jawaban dari ahlinya. Mumpung ada dokter DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) saya nanya soal donor ASI. Apa sebaiknya yang harus diperhatikan sebelum mendonorkan atau menerima ASI donor? 

Menurut Dokter Ariani, beberapa hal harus diperhatikan sebelum memutuskan mengambil opsi donor ASI, diantaranya:
  • Untuk Muslim sebaiknya bayi berjenis kelamin sama. Karena jika beda jenis kelaminnya berarti mereka saudara sepersusuan yang tidak boleh dinikahi kelak
  • Kehalalan dari ASI donor
  • Alergi yang mungkin bisa ditimbulkan
  • Komposisi ASI yang berbeda waktunya di saat siang dan malam juga beda komposisi ASI saat usia bayi masih neonatus atau sudah besar
  • Kemungkinan tertular penyakit menular seperti HIV, Hepatitis B, virus lainnya
  • ASI donor harus di pasteurisasi untuk memastikan bebas dari segala jenis kuman

(Makasih yah mba restu udah dibuat rangkumannya 😄👆🏻). Banyak manfaat yang saya rasain dari kegiatan Anmum #MumToMum kemarin. Gimana cara ikutan Anmum #MumToMum  ?

Gampang banget say, tinggal buka browser dekstop atau smartphone klik Anmum.co.id. Klik tombol gabung sekarang, dan isi form yang tersedia. Di sana kamu bisa bertanya atau berbagi pengalaman. Pertanyaan akan dijawab oleh mereka yang ahli atau telah berpengalaman dibidangnya. Atau bisa juga bergabung di Facebook Page Anmum Indonesia.

(Video ini lucu banget loh, pas bener sama kejadian saya kemarin pas hamil

Foto dari Mba Cathlin ❤️

Kalo kamu ada rekomendasi komunitas ibu yang terpercaya? Mau dong sharing dikomentar, kali aja aku bisa join juga 😄

Previous Post

You may also like

5 Comments

  • Reply Nurul dwi larasati

    Paling enak memang dipijat. Apalagi menyusui itu bikin badan pegal dan menguras tenaga lho. Makanya cari informasi yang tepercaya lewat Anmum #MumToMum

    August 9, 2018 at 1:23 am
    • Reply Dewi Indriyani

      Bener dijamin lancar asi kalo dipijetin suami 😆

      August 9, 2018 at 6:19 am
  • Reply Dian Restu Agustina

    Alhamdulillah bisa ikutan acara ini ya Mba Iwed..apalagi masih menyusui jadi bisa langsung dipraktekkan deh..
    Semoga sehat Bunda dan Baby yaa…

    August 9, 2018 at 2:20 pm
    • Reply Dewi Indriyani

      iya mba restu. Apalagi ketemu kamuh, ihhh seneng deh ❤️

      August 9, 2018 at 7:26 pm
  • Reply Inka Paramita

    Bener banget yaa sebelum resmi jadi ibu ada baiknya emang belajar dulu ilmu ini itu ikut kelas parenting biar ada bekelnya.. Untung sekarang udah ada platform Anmum MumToMom yaah 🙂

    August 9, 2018 at 11:00 pm
  • Leave a Reply