Opini

MY FEARS AND GOALS

By on November 27, 2015

My fears is me, myself and I.

Setiap orang pasti punya ketakutan dan kekhawatiran dalam diri sendiri. Dan untuk saya, ketakutan terbesar saya adalah menghadapi diri saya sendiri. Kenapa? Karena saya merasa memiliki dua kepribadian yang saling bertolak belakang. Kalo saya baca di internet isitilahnya Bipolar, tapi rasanya terlalu berlebihan jika saya menyebut diri sendiri bipolar syndrom.

Seperti halnya Yin-Yang, hitam-putih, baik-buruk, suka-duka begitu juga dengan kepribadian saya. Eits ini bukan berarti saya bermuka dua yah, yang ngomong di depan dan belakang beda. Tapi ini lebih kepada sikap saya dalam menanggapi suatu hal selalu dilihat dari dua sisi saya. Jadi gini saya memiliki dua karakter, Dewi dan Iwed. Saya mencoba menyederhanakan pemikiran saya mengenai mereka.

dewivsiwed

Dewi

Penurut dan taat peraturan. Tidak berani ambil resiko, cari aman. Introvert, kaku, plegmatis. Bijak, dewasa. Perencana jangka panjang. Saving. Warna: Hitam

Iwed

Spontanious – dreamer. Rebel, Suka hura-hura. Gak memikirkan resiko. Pemikir jangka pendek. Ekstrovert, sanguin. Gampang bosan. Spending. Warna: Kuning

Karena dua karakter yang kontradiktif ini saya jadi sering pusing sendiri. Berdebat sambil bicara dengan diri sendiri menjadi kebiasaan sehari-hari yang seringkali bikin orang disekitar saya bingung sama tingkah saya. Dewi sering banget nyalahin Iwed karena keteledoran dan pilihan spontan yang berujung salah. Gitu juga dengan Iwed, sering ngompor-ngomporin Dewi yang bukan seorang risk taker. Iwed seorang pemimpi dengan segala imajinasi. Sedangkan Dewi merasa hidupnya saat ini sudah sangat nyaman dan tercukupi. Saat menulis ini pun saya juga bingung mau ambil sudut pandang dari mana. Dewi yang ngomongin Iwed atau seorang Iwed yang ngomongin Dewi. Arggghhhh.

Dengan dua karakter ini, jadi tantangan buat saya untuk saling mendamaikan mencari jalan tengah. Jika saya terus berkutat dengan perbedaan keduanya, maka gak akan pernah ketemu titik tengahnya. Berakibat saya keseringan jalan ditempat dan selalu merasa puas dengan impian yang hanya ada diangan-angan. Just dreaming not action. Please don’t do that Dewi & Iwed!!! (lah ini yang nulis siapa? – hahaha auahhh)

My Goals

Beberapa minggu lalu di pagi hari yang cerah ceria, saya di whatsapp sama kak Bunga yang ngasih pertanyaan sulit. Pertanyaannya lebih sulit dari game Duel Otak “Wed 2 hal yang mau kamu kerjain terus sampai mati apa?”. Saya cuma bisa jawab “Kak masih pagi, kok udah ngasih pertanyaan susah bener. Belum tahu kak.”

Yes ternyata diusia yang (tidak lagi) muda ini, saya masih bingung soal apa yang mau saya lakukan di hidup ini. Bukannya menjawab pertanyaan, obrolan di whatspp malah berlanjut dengan saya curhat perihal passion hidup. Kak Bunga ngasih beberapa insight supaya saya tahu apa yang sebenarnya mau saya kerjaan.

Pertanyaan kak Bunga pun saya lempar ke temen-temen lewat status FB. Saya mendapatkan jawaban yang sangat beragam. Paling tidak beberapa temen-temen saya di FB sudah tahu apa yang mau mereka kerjakan dalam hidup ini sampai mati. Mereka sudah tahu apa hal yang menjadi semangat dan gairah mereka setiap bangun pagi. Sedangkan saya entahlah?!

To be honest diparagaf ini saya belum bisa memutuskan apa yang akan menjadi goal saya. Jika saya jawab soal uang, kekuasaan dan kesenangan itu sudah pasti bukan menjadi tujuan hidup saya. Ya siapa sih yang gak mau tiap bulan liburan ketempat-tempat eksotik atau belanja barang-barang fancy tanpa harus mikirin “bayar cicilan gimana?”, saya ingin hidup itu, tapi ya gitu hanya sekedar ingin. Saya tidak mau menjadi bagian orang yang bekerja keras selama 6 bulan. Meski mengeluh dengan beratnya pekerjaan namun tetap dikerjakan karena kebutuhan untuk mengumpulkan uang. Kemudian uang dihambur-hamburkan untuk liburan keluar negri terus pameran foto deh di media sosial hanya untuk bikin warga dunia maya iri. Tidak ada yang salah dengan itu, tapi tidak, itu bukan saya.

Saya ingin memiliki hidup yang berarti dan bermanfaat. Meskipun bukan untuk orang banyak, setidak untuk saya dulu saja. Saya ingin terus menciptakan karya yang memiliki makna untuk saya sendiri dan syukur-syukur untuk orang lain. Karya seperti apa? Karya apa saja yang bisa saya buat. Saya tidak mau membatasi diri akan kemampuan yang saya miliki.

Saya ingin banyak berbagi kepada orang disekitar saya. Jika saya tidak bisa berbagi uang, saya bisa berbagi tenaga. Jika saya tidak bisa berbagi tenaga, saya akan berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman yang saya miliki. Intinya saya ingin berbagi. Karena dengan berbagi, saya merasa ada gunanya hidup di bumi ini. Saya tidak mau mengecewakan Sang Pencipta, membuat dia menyesal telah menciptakan saya di dunia ini hanya untuk menuh-menuhin galaksi aja (hehehe).

Di akhir tulisan ini jika saya ditanya lagi “Wed 2 hal yang mau kamu kerjain terus sampai mati apa?” maka saya bisa menjawab dengan tegas..

SAYA INGIN TERUS BERKARYA & BERBAGI SAMPAI MATI.

goals

 

 

 

Continue Reading

Opini | Review

NGERASA GAK PUNYA PASSION APA-APA? TES DI #CEWEQUATBOOK

By on October 29, 2015

To Bunga Mega & CeweQuat,

Terima kasih yang sedalam-dalamnya karena telah berbagi dan memaksa saya membaca buku ini. Saya makin tahu dan (insya Allah) yakin akan apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Udah lama banget saya mencari sosok seperti Bunga Mega dan komunitas yang bisa saling support satu sama lain. Teman-teman yang saling mendukung serta memberdayakan.

Sekali lagi terima kasih.

With love and respect,

Dewi Indriyani (Iwed)

What happen in the future copy

The power of kepepet boleh jadi alasan saya baca buku ini. Sampe rela nge-mall jam 10 pagi disaat toko buku belum buka dan maksa mba & mas nya untuk cariin buku ini yang stocknya tinggal 3 biji (laris banget yah cyiin). Maksain baca buku disela-sela nyokap ngajak ngobrol dan yeayyy saya kelarin buku ini dalam waktu 3 jam sajah (applause for me). Semua itu saya lakukan karena perihal tugas book review #cewequat yang deadline malam ini (hahaha).

Meskipun karena kepepet saya gak pernah nyangka bahwa membaca buku @bungamega mampu bikin saya terkena efek Wow-wow. Seriuosly I found my self and getting know better about me. Dengan bahasa yang sangat ringan buku ini mampu membuka tentang diri saya. Bunga mega (seolah-olah) bisa membaca situasi yang saya hadapi saat ini. Saya cuma bisa manggut-manggut he-eh dengan pernyataan yang dia buat.

Life

What happen in the past, stays in the past.

What happen in the future, you’ll decide

 Di bagian ini saya (mencoba) belajar untuk memaafkan. Banyak kejadian masa lalu (yang ternyata) masih meninggalkan bekas kurang enak untuk saya di masa kini, seperti halnya yang dialami oleh Bunga mega. Mungkin itu yang jadi alasan mengapa saya masih sulit terbuka akan keberadaan orang lain yang bermaksud mengenal saya lebih jauh. Proses memaafkan dan berdamai masa lalu bukanlah perkara mudah tapi bukan tidak mungkin.

The shoes lesson

Kekurangan akan selalu nampak ketika kita membandingkan

Saya termasuk cewek yang sering membandingkan diri saya dengan cewek lain. Saat masa sekolah saya suka mencari “rival” atau lawan tanding cewek yang saya rasa mempunyai kemampuan lebih dari saya entah itu di olahraga, pergaulan atau belajar. Tadinya saya anggap itu sebagai motivasi agar saya mempunyai kemampuan lebih dari mereka. Tapi yang seringkali terjadi bukannya kemampuan saya bertambah, tapi saya malah stress karena ditekan oleh target-target yang tidak masuk akal oleh diri sendiri. Di posisi ini saya menyadari bahwa I don’t have the potential like they do. I have my own purpose, the reason why God put me here..on earth.

Love

Relationship is about compliment.

Saya harus menyelesaikan urusan saya dan diri sendiri untuk jadi mandiri dan dewasa kemudian (mungkin) setelah itu saya akan bisa menerima orang lain sebagai partner hidup. Percuma jika saat ini saya “rungsing” untuk mencari jawaban “kapan kawin?” jika saya sendiri masih belum clear dengan jawaban dari “mau ngapain sih wed di dunia ini?”. Menerima orang lain untuk menjadi partner hidup bukan seperti sendal jepit yang kehilangan pasangannya. Kalo itu sendal tinggal sebelah maka tidak akan bisa dipakai lagi. Saya tidak mau menjadi pribadi yg demanding akan orang lain. Kalo suatu saat partner saya atau saya tidak lagi bersama, saya harus tetap menjadi pribadi yang mandiri dan luar biasa. sepakat dengan pernyataan Bunga mega..

Relationship is not about you and him completing each other.

It is about you and him complementing each other just like hello kitty case (hehehe).

Career

Karakter + Skill

Karakter + Skill = Better You 

Saya berasa di tampar-tampar pas baca bagian ini. Beberapa waktu ini saya sibuk dengan pemikiran “harus nambah skill ina inu biar saja dapat bersaing di dunia kerja”. Orang-orang di kantor yang kesemuanya multitalented dan harus bisa multitasking mewajibkan saya juga kudu punya skill lebih dari satu soal kreatif audio visual seperti menulis, videografi, editing video, dan desain. Jiwa dan raga kayaknya sibuk banget untuk ngasih makan ego “gue harus bisa” yang nyaris melupakan attitude saya. Saya baru sadar, bahwa saya kurang menyimak cerita teman terakhir yang curhat karena saya terlalu sibuk dengan diri sendiri. Wed wake up ur not alone!!!!

Orang yg aktif adalah orang yang masih mencari jati diri dan belum tahu arah tujuan hidupnya

Wadeziq!!! Rasanya seperti ditendang anak gajah , lucu sih anak-anak, tapi tetep aja judulnya ditendang gajah, ngagetin brohhhh. Saya cuma bisa bersiul ala-ala donal bebek “durudurudu lalalala” sambil mlengos kekanan dan kekiri.

That’s what happen with me right now!!! Arghhh damn it!! Suddenly my day becoming so busy. Busy with job, community and responsibility which I didn’t think about the consequences before. Ya saya memang tipe orang yang gampang bosan, sebagai tipe orang influential saya tidak bisa diam dalam waktu yang terlalu lama. Ini juga yang membuat saya suka mencari-cari kegiatan dalam rangka “mengisi waktu luang” yang tidak saya pikirkan jangka waktunya. Saat tiba-tiba semua kesempatan datang secara bersamaan saya jadi kelimpungan dan merasa harus punya ilmu membelah diri jadi 14 kayak Naruto (hahaha).

Saya bukan menyesal atas pilihan yang saya ambil loh, saya hanya baru menyadari orang seperti apa saya ini – I’m a influential type with people & music smart character – (hehehe). Kedepan sebelum mengambil keputusan, saya harus bertanya lagi berulang kali sama diri sendiri;

Apakah benar ini tujuan hidup saya?

Apakah benar saya menikmati proses berada disini?

Apakah orang-orang yang ada, mampu membantu pengembangan diri saya?

Ps: Penasaran dengan cerita casing hello kitty atau pengen tahu jawaban dari “Mau saya apa?”, yuk lah dibaca buku CeweQuat Book 1. Kalo ada yang mau pinjem buku saya, boleh banget loh. 😀

Continue Reading