Blog Walk | Opini | parenting

Anti panik menghadapi anak yang mulai aktif!

November 19, 2018

“We should prouder to be called a mom & dad than to be called any others tittle”

 

Ternyata jagain anak bayi yang sudah mulai jalan sama lelahnya dengan jagain newborn. Tanggal 3 November kemarin, Mika tepat 1 tahun dan sudah mulai jalan. Capek banget yah jagaiannya. Pantesan sering denger obrolan diantara ibu-ibu “Ntar kalo anak udah mulai jalan, badan kita pasti kurus.” Ternyata kurus karena ngejar-ngejar bocah 😅

Mika mulai aktif eksplorasi keadaan sekitar karena rasa penasaran yang tinggi. Sering banget ‘nge-gap-in’ Mika lagi main tanah di belakang rumah atau keluar pintu depan jalan ke teras. Duh tiap hari saya & suami dibikin deg-deg-an juga sama tingkah lakunya.

Tapi karena tahu bahwa kondisi ini sangat wajar, rasa khawatir berubah jadi seneng, ternyata tumbuh kembang Mika sesuai dengan anak usia 1-2 tahun. Penting banget orangtua cari tahu mengenai tahapan perkembangan anak dan juga tempramennya. Biar kita sebagai orangtua gak gampang melabeli anak dengan cap “nakal” hanya karena mereka aktif bermain 😇

Mika jika dilarang sesuatu yang ada malah dilakuin, kayak misalnya sering saya larang dia ngedeketin kabel kipas terus menjaukan dia dari kipas, sesaat kemudian dia udah ada deket kipas dan megang-megang kabel. Kesel emang, tapi ya dibawa lucu ajah. Tetap tenang ngadepin monster kecil ini adalah kuncinya. Jangan sampe kebawa emosi karena tingkah lakunya. Kan yang anak kecil bukan saya tapi Mika 😀

Sudah banyak sekali perubahan yang saya & suami lakukan untuk menjaga Mika tetep aman dikala dia asik belajar memahami sekitarnya. Mungkin ini bisa jadi inspirasi ayah & ibu juga. 5 Hal yang saya lakukan untuk menjaga Mika tetap aktif & aman 👇🏼

1️⃣ Buat suasana rumah yang aman & nyaman untuk bermain

Rumah yang aman adalah tempat di mana anak tidak merasa takut, cemas ataupun terintimidasi. Suasana ini bisa tercipta karena komunikasi yang baik antara orangtua & anak. Jika anak sering dilarang atau dimarahi dengan nada tinggi, tentu mereka akan merasa takut dan tidak nyaman untuk bermain. Gunakan nada yang lembut namun tegas untuk memperingatkan anak.

2️⃣ Jauhkan barang-barang yang berpontesi menimbulkan cedera

Pada usia anak 1-2 tahun mereka belum banyak teman bermain di luar. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu di rumah. Jadikan rumah tempat yang asik & aman untuk mereka bermain bersama kita dengan cara menjaukan perabotan yang bisa menimbulkan bahaya.

Misalnya saja seperti yang saya lakukan pada ruang tamu kami. Tadinya banyak barang pecah belah & perabotan rentan rusak. Kami menjauhkan akuarium & memindahkan tv dari jangkauan Mika. Sangat wajar jika kondisi rumah akan sering terlihat berantakan. Lebih baik menerima keadaan daripada “misuh-misuh” karena rumah gak pernah rapi.

3️⃣ Selalu dampingin anak saat bermain

Jaman sekarang sering liat keadaan orangtua main smartphone sambil ditemenin anak. Hehehe lucu liatnya. Situasi ini sering kejadian sama kami. Mika sering loh nemenin ayahnya main game online sambil ibunya asik bersosmed ria. Iyah kami sadar kondisi ini gak baik. Dan perlahan kami mulai merubah kebiasaan bounding time ini.

Anak harus mendapat perhatian penuh dari orangtua saat bermain. Susah memang mencurahkan seluruh perhatian ke anak saat notifikasi pop up di layar hp tapi harus diusahakan. Kita sebagai orang tua sebaiknya mendampingi buah hati ditahapan ini agar kelak Mika menjadi pribadi yang mandiri, mampu mengandalkan kemampuan sendiri untuk melakukan sesuatu (Super Mom, Super dad & Super Kids, 2014).

Saya & suami membuat kesepakatan bersama, jika sedang bersama Mika gawai harus kami jauhkan. Tidak ada main game online atau berselancar di dunia maya jika sedang bermain bersama. Kalo ada hal yang sifatnya penting, kami bergantian mendampingin Mika. Saya bersyukur karena memiliki suami yg berprofesi stay-at-home daddy 👨🏼. Karena dia bisa kerja dari rumah, kami berdua bisa menjaga & membesarkan anak bersama.

Jika memang kondisinya orangtua tidak bisa mendampingi anak bersama, kita bisa minta bantuan orang terpercaya, seperti orangtua kita atau saudara dekat. Yang pasti jangan biarkan pada usia ini anak bermain sendiri, karena ada saatnya nanti anak mandiri gak pulang-pulang (haha)

4️⃣ Ajarkan kepada anak mana yang boleh & tidak boleh

Pada usia 1-2 tahun tahap perkembangan kognitif anak mulai mengenali rutinitas & memahami instruksi sederhana. Nah karena itu kita sudah bisa mulai mencontohkan anak benda yang bisa dipakai main mana yang tidak, misalnya saja dengan permainan pilih benda.

Kita duduk berhadap-hadapan dengan anak sambil memegang dua benda. Tangan kanan mainan kesayangan anak & tangan kiri benda yang tidak boleh dimainkan seperti kabel misalnya. Buat gesture menganggug saat ia memilih mainan & menggeleng saat ia memilih kabel. Lakukan berulang-ulang dengan benda yang berbeda. Jika dimaikan secara rutin, anak akan mengerti mana yang boleh & tidak boleh ia mainkan. Buatlah kata dengan irama yang menarik agar anak & orangtua tidak cepat bosan.

5️⃣ Beri kepercayaan kepada anak, agar rasa ingin tahu & waspadanya terlatih

Orangtua pasti melakukan yang terbaik untuk anaknya. Jika dirasa kita sudah mempersiapkan agar anak tetap terjaga aman & selamat, maka selanjutnya kita harus memberikan kepercayaan kepada mereka. Anak dianugerahi rasa & naluri alamiah untuk memilih. Para peneliti membuktikan bahwa usia tiga hari, bayi bisa memilih aroma strawberry yang sedap dibandingkan aroma ikan yang amis. Ini menandakan anak bisa mengenali mana yang iya sukai & tidak. Hebatnya!

Pasti sering kejadian deh, benda yang makin kita larang oleh anak malah makin dikejar. Itu karena rasa penasaran anak terpancing untuk mengetahui. Berikan saja hal yang dia inginkan, lalu biarkan dia memilih apakah ia suka atau tidak. Tapi sekali lagi pastikan benda yang anak inginkan tidak membahayakan keselamatan mereka.

Waktu bermain anak bersama orangtua adalah saat yang terbaik bagi mereka. Sebagai orangtua kita harus mencontohkan berkomunikasi yang santun & berlaku baik saat bermain. Banyak cara untuk membentuk displin anak, tapi yang pasti lakukan dengan sukacita & menyenangkan. ⛔️Ingat, jangan libatkan emosi negatif apalagi memberikan label “nakal” kepada anak saat bermain yah ⛔️.

Selain itu menggunakan produk anak & bayi yang tepat sangat membantu juga agar anak bisa aman & selamat dimasa aktifnya, seperti rangkaian perlingdungan dari @babybee_beecorp & @clevamama. Tulisan ini saya buat dalam rangka perayaan Hari Blogger Nasional bersama @MothersonMission.id.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk ayah & ibu, selamat bermain 👨‍👩‍👧 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *